Festival Majapahit 2021 Festival Majapahit 2021
Festival Majapahit 2021 Kakawin Nagarakertagama.pdf
Keris dalam Perspektif Keilmuan by Waluyo Wijayatn
Festival Majapahit 2021

Sejarah

Bintang-bintang bertebaran di atas candi,
Ketuk salah satu opsi sejarah yang ingin dijelajahi!

Sejarah
Majapahit

Surya Majapahit

Pandangan Mereka

Adrian Perkasa S.Hum, M.A
Adrian Perkasa S.Hum, M.A
Sejarawan

Kemegahan Majapahit berikut ibukotanya juga dicatat oleh seorang biarawan Katolik Odorico di Pordenone. Agamawan ini datang ke Jawa pada tahun 1322 dimana saat itu Kerajaan Majapahit dipimpin oleh Raja Jayanegara. Berikut adalah kutipan dari catatannya:

“Jawa bisa dikatakan sebagai salah satu pulau terbesar di dunia, dan memiliki penduduk yang merata di seluruh daerahnya; Di pulau ini bisa kita dapati banyak sekali cengkeh, kemukus, pala, dan berbagai macam rempah-rempah lainnya, serta segala jenis bahan makanan yang melimpah, kecuali anggur.

Raja Jawa memiliki istana yang besar dan mewah, yang paling tinggi dari semua yang pernah saya lihat, dengan tangga lebar dan tinggi untuk naik ke lantai bagian atas. Semua anak tangga bergantian dari emas dan perak. Seluruh dinding bagian dalam dilapisi dengan lempengan-lempengan emas, di mana terdapat patung para perwira yang dipahat dengan emas. Masing-masing patung tersebut memiliki mahkota emas yang dihiasi dengan batu-batu mulia. Atap istana ini dari emas murni, dan semua ruang bawah dilapisi dengan pelat emas dan perak.”

Prof.Dr. Agus Aris Munandar
Prof.Dr. Agus Aris Munandar
Sejarawan

Sebagai kerajaan yang berdiri selama kurang lebih 200 tahun lamanya, Majapahit meninggalkan berbagai bentuk kebudayaan materi, seperti bangunan suci (candi), arca-arca, penggambaran relief, situs, karya sastra, dan berbagai artefak lainnya yang bersifat fisik. Berbagai peninggalan arkeologis tersebut menjadi bukti kemegahan Majapahit bahkan pengaruhnya terasa hingga berbagai wilayah dunia khususnya di wilayah Asia pada saat itu. Hal ini membuktikan meskipun Majapahit berdiri di Jawa bagian timur namun peran dan wibawa Majapahit dapat dirasakan hingga seluruh Nusantara dan dunia. Pengaruh secara langsung dari kerajaan majapahit dalam kehidupan masyarakat pada masa sekarang antara lain, Sumpah Palapa yang dijadikan pendorong bersatunya Bangsa Indonesia, seni arsitektur seperti gapura yang masih banyak digunakan, agama Hindu menjadi agama mayoritas di Bali, dan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”menjadi semboyan bangsa Indonesia.

Meski masa Kerajaan Majapahit sudah lama berakhir, namun di negara-negara Mitra Satata, pengaruh Majapahit masih dirasakan, salah satunya terbukti dengan populernya narasi sastra Kisah Panji dengan berbagai variasinya di Malaysia, Kamboja, Thailand, dan Myanmar hingga masa sekarang. Kisah Panji berkembang pesat dalam abad ke-15 telah diapresiasi tidak hanya di Majapahit sendiri, tokoh-tokohnya diarcakan, beberapa kisahnya dipahatkan dalam bentuk relief cerita di candi-candi dan digubah ke dalam banyak kisah carangan. Pada tanggal 30 Oktober 2017, Kisah Panji diterima UNESCO sebagai salah satu Memory of the World (MOW). 

Historiografi

1292

menantu Kertanegara yaitu Raden Wijaya


Raden Wijaya melarikan diri dari serangan jayakatwang dan menyusun kekuatan untuk mengalahkan jayakatwang

1293

tentara Mongol datang ke Jawa untuk menghancurkan Singosari


padahal Singosari sudah bubar kerajaannya. hal ini dimanfaatkan oleh Raden Wijaya untuk menggabungkan kekuatan menghancurkan jayakatwang

1293

tentara Mongol dan tentara Raden Wijaya menghancurkan jayakatwang namun …


namun setelah itu tentara Raden Wijaya berbalik menghancurkan tentara Mongol. tentara Mongol Terusir dari Jawa

1293

Raden Wijaya mendirikan kerajaan


Raden Wijaya mendirikan Kerajaan Majapahit

1295

terjadi pemberontakan Ranggalawe


pemberontakan Ranggalawe berhasil ditumpas

1300

terjadi pemberontakan lembu Sora


pemberontak lembu Sora akhirnya tewas dalam pertempuran penumpasan pemberontakan

1309

Raden Wijaya wafat digantikan Oleh Jayanegara


Raden Wijaya wafat digantikan oleh anaknya yaitu Jayanegara

1318-1319

punggawa Kerajaan Majapahit


punggawa Kerajaan Majapahit yaitu Ra Semi dan Ra Kuti beserta beberapa tokoh lainnya memberontak. pemberontakan mengakibatkan Jayanegara terpaksa mengungsi ke desa badander

1319

Gajah Mada dengan pasukan Bhayangkara


Gajah Mada dengan pasukan Bhayangkara berhasil mengalahkan Ra Kuti Jayanegara akhirnya kembali ke istana dan karir Gajah Mada semakin moncer di dalam Kerajaan Majapahit

1328

Jayanegara akhirnya dibunuh Oleh Tanca


Jayanegara dibunuh oleh Tanca seorang tabib kerajaan

1328

Jayanegara wafat tidak meninggalkan keturunan ia digantikan


Digantikan oleh adik perempuannya yaitu Tribhuwana Tungga Dewi

1336

Tribhuwana menunjuk Gajah Mada sebagai Mahapatih


Tribhuwana menunjuk Gajah Mada sebagai Mahapatih

1336

Pada saat pengangkatannya sebagai Mahapatih mengikrarkan Sumpah Palapa


Sumpah Palapa merupakan ikrar penyatuan nusantara yang dilakukan oleh Gajah Mada

1350


Tribhuwana Tungga Dewi meninggal digantikan oleh digantikan oleh putranya Hayam Wuruk

1350-1389


Hayam Wuruk berkuasa pada saat itu Majapahit mencapai puncak kejayaannya dan Majapahit

1357

Hayam Wuruk ingin menikahi Putri Sunda yaitu Diah Pitaloka


Hayam Wuruk ingin menikah dengan Diah Pitaloka namun Gajah Mada tidak setuju perkawinan dilangsungkan begitu saja. Iya ingin perkawinan ini merupakan bentuk tunduknya Sunda terhadap Majapahit

1357

pernyataan Gajah Mada menimbulkan kemarahan


kemarahan itu menyebabkan perang di daerah Bubat dan perang Bubat titik pasukan Sunda kalah dan Diah Pitaloka bunuh diri, Gajah Mada diberhentikan dari jabatannya sebagai Mahapatih

1364


Gajah Mada meninggal

1389

wafatnya Hayam Wuruk


Hayam Wuruk akhirnya meninggal juga. Majapahit memasuki masa kemunduran akibat konflik perebutan takhta. Kematian Hayam Wuruk dan adanya konflik perebutan takhta menyebabkan daerah-daerah Majapahit di bagian utara Sumatra dan Semenanjung Malaya memerdekakan diri.

1401-1406

peninggalan Hayam Wuruk terjadi perebutan kekuasaan antara


terjadinya perebutan kekuasaan antara wikramawardhana menantu Hayam Wuruk dengan wirabumi Putra Hayam Wuruk dari selir. perebutan ini menimbulkan perang yang dinamakan dengan Perang Paregreg. wikramawardhanamenang. pengganti wikramawardhana berturut-turut adalah suhita, kertawijaya, rajasawardhana, dan purwawisesa.

1405-1406

Perang Paregreg


Perang saudara antara Wirabhumi melawan Wikramawardhana. Perang ini akhirnya dimenangi Wikramawardhana, semetara Wirabhumi ditangkap dan kemudian dipancung. Tampaknya perang saudara ini melemahkan kendali Majapahit atas daerah-daerah taklukannya di seberang.

1426-1447

Wikramawardhana dan Ratu Suhita memerintah


Wikramawardhana memerintah hingga tahun 1426, dan diteruskan oleh putrinya, Ratu Suhita, yang memerintah pada tahun 1426 sampai 1447. Ia adalah putri kedua Wikramawardhana dari seorang selir yang juga putri kedua Wirabhumi.

1430

ekspedisi Laksamana Cheng Ho


Ekspedisi Cheng Ho ini memperkuat eksistensi komunitas muslim China dan Arab di beberapa kota pelabuhan pantai utara Jawa, seperti di Semarang, Demak, Tuban, dan Ampel; maka Islam pun mulai memiliki pijakan di pantai utara Jawa.

1447

Suhita mangkat dan pemerintahan dilanjutkan oleh Kertawijaya


Pada 1447, Suhita mangkat dan pemerintahan dilanjutkan oleh Kertawijaya, adik laki-lakinya. Ia memerintah hingga tahun 1451.

1451-1453

Dyah Wijayakumara (Rajasawarddhana) menggantikan raja sebelumnya


M. Dyah Krtawijaya kemudian digantikan oleh Dyah Wijayakumara (Rajasawarddhana) yang memerintah pada tahun 1451-1453 M. Setelah Wijayakumara turun tahta, selama tiga tahun Majapahit mengalami kekosongan kepemimpinan. Para ahli menafsirkan bahwa pada masa itu ada pertentangan untuk menduduki tahta Majapahit, namun tidak ada yang berhasil saling mengungguli, sehingga tak ada yang berani mengaku raja Majapahit dan mengeluarkan prasasti.

1456-1520

Kerajaan Majapahit masuk ke dalam periode keruntuhan


Pada periode tersebut hanya berkuasa pada daerah-daerah terbatas saja. Pada masa itu, daerah kekuasaan di luar Majapahit sudah mengabaikan Majapahit

1456-1466

Raja Dyah Suryawikrama, penguasa Wengker menguasai Majapahit


Raja Dyah Suryawikrama, penguasa Wengker, berkuasa di Majapahit dengan gelar Girindrawarddhana. Setelah meninggal dunia ia kemudian dijuluki Bhra Hyang Purwawisesa.

1466-1474

kemudian digantikan oleh Bhre Pandan Salas


Dyah Suryawikrama wafat, kemudian digantikan oleh Bhre Pandan Salas atau Dyah Suraprabhawa yang bergelar Singhawikramawarddhana

1468-1478

Bhre Pandan Salas diduga diusir


Bhre Pandan Salas yang berkududukan di kota Majapahit diduga diusir oleh Bhre Krtabhumi yang lalu menjadi raja di Kota Majapahit tahun 1468-1478 M. Bhre Pandan Salas diduga masih melanjutkan pemerintahannya dengan menguasai beberapa wilayah di daerah pedalaman Jawa bagian timur hingga tahun 1474 M.

1474-1519

Bhre Pandan Salas meninggal kemudian digantikan oleh anaknya


Bhre Pandan Salas wafat kemudian digantikan oleh anaknya, Girindrawarddhana Dyah Ranawijaya. Dyah Ranawijaya berhasil mengalahkan Bhre Krtabhumi pada tahun 1478 M dan menguasai kembali kota Majapahit.

1520-an

berakhirnya Kerajaan Majapahit


Pada masa itu Majapahit sudah terdesak akibat perkembangan di kota-kota pesisir utara Jawa, perselisihan memperebutkan kekuasaan yang berkepanjangan, serta persebaran agama Islam di Jawa. Akhirnya sejak dekade kedua abad XVI atau 1520-an, Kerajaan Majapahit hilang dari panggung sejarah.