Festival Majapahit 2021 Festival Majapahit 2021

Majapahit dan Kondisi Dunia Sezaman

Prof.Dr. Agus Aris Munandar
Sejarawan

Prof.Dr. Agus Aris Munandar
Majapahit dan Kondisi Dunia Sezaman

“Keagungan Majapahit adalah hasil jerih payah rakyat di bawah kepemimpinan para raja dan pembantu-pembantunya yg bertindak bijaksana. Para penguasa mempunyai kemampuan untuk memerintah dan membimbing rakyat, kebalikannya rakyat berwatak patuh dan mempunyai kemampuan untuk melaksanakan perintah. Ringkasnya keagungan kerajaan Majapahit adalah hasil keserasian kerjasama antara rakyat dan penguasa negara..." (Slamet Mulyana, 1983).”

Kerajaan Majapahit adalah sebuah kerajaan yang berpusat di Jawa Timur, didirikan pertama kali sekitar tahun 1293 oleh Raden Wijaya dan mencapai masa kejayaan pada era pemerintahan Rajasanagara atau Hayam Wuruk pada abad 14 (1351 – 1389 M). Saat itu pengaruh kekuasaan Majapahit meliputi hampir seluas wilayah Negara Indonesia sekarang. Bahkan pengaruh kekuasaan Kerajaan Majapahit meluas sampai negara-negara tetangga (Mitra Satata) di Asia Tenggara dalam bentuk persahabatan dan disegani kekuatan militernya.

Kerajaan Majapahit walaupun bertumpu kepada aktivitas agraris, tetapi juga mengembangkan aktivitas maritimnya, karena Majapahit bukanlah kerajaan kontinental yang dikepung oleh daratan, melainkan di salah satu pulau dalam rangkaian pulau-pulau Nusantara. Beberapa alasan internal sehingga Majapahit mengembangkan wawasannya hingga ke luar Jawa (timur) dan didukung dengan aktivitas kemaritiman yang meluas:

1. Konsep keagamaan masa Majapahit telah memadukan ajaran Hindu-?aiwa dan Buddha Mah?yana. Agaknya ajaran Buddha yang menempatkan benua Jambhudwipa di selatan Gunung Mah?meru telah membantu membuka wawasan bahwa ada benua-benua lain di sekitar Mah?meru (barat, utara, dan selatan) yang harus dikunjungi para pemeluk Buddha. Dalam ajaran Buddha dikenal adanya Buddha Dipangkara yang dipuja oleh para pelaut untuk meredakan gelombang dan badai besar di lautan.

2. Majapahit melanjutkan politik Dwipantara yang telah digagas oleh Krtanagara namun diperbaharui lagi oleh Gajah Mada dengan Sumpah Palapanya.

3. Mempunyai pejabat tinggi yang mendukung aktivitas kemaritiman, semisal Gajah Mada, Pu Nala sebagai Mantri Wiramandalika, dan Bhre Matahun Rajasawarddhana sebagai sahbandar pelabuhan Lasem (Munandar, 2020).

Sebagai kerajaan yang berdiri selama kurang lebih 200 tahun lamanya, Majapahit meninggalkan berbagai bentuk kebudayaan materi, seperti bangunan suci (candi), arca-arca, penggambaran relief, situs, karya sastra, dan berbagai artefak lainnya yang bersifat fisik. Berbagai peninggalan arkeologis tersebut menjadi bukti kemegahan Majapahit bahkan pengaruhnya terasa hingga berbagai wilayah dunia khususnya di wilayah Asia pada saat itu. Hal ini membuktikan meskipun Majapahit berdiri di Jawa bagian timur namun peran dan wibawa Majapahit dapat dirasakan hingga seluruh Nusantara dan dunia. Pengaruh secara langsung dari kerajaan majapahit dalam kehidupan masyarakat pada masa sekarang antara lain, Sumpah Palapa yang dijadikan pendorong bersatunya Bangsa Indonesia, seni arsitektur seperti gapura yang masih banyak digunakan, agama Hindu menjadi agama mayoritas di Bali, dan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”menjadi semboyan bangsa Indonesia.

Meski masa Kerajaan Majapahit sudah lama berakhir, namun di negara-negara Mitra Satata, pengaruh Majapahit masih dirasakan, salah satunya terbukti dengan populernya narasi sastra Kisah Panji dengan berbagai variasinya di Malaysia, Kamboja, Thailand, dan Myanmar hingga masa sekarang. Kisah Panji berkembang pesat dalam abad ke-15 telah diapresiasi tidak hanya di Majapahit sendiri, tokoh-tokohnya diarcakan, beberapa kisahnya dipahatkan dalam bentuk relief cerita di candi-candi dan digubah ke dalam banyak kisah carangan. Pada tanggal 30 Oktober 2017, Kisah Panji diterima UNESCO sebagai salah satu Memory of the World (MOW).